Iklan
jump to navigation

Memodifikasi Sepeda Motor Bisa Kena Denda Sampai 24Juta, Mumet Tenan… 5 Desember 2015

Posted by Cak Akim in news.
Tags: , , , ,
trackback

image

Motohits – Bicara modifikasi tentu sangat akrab dengan bikers di Indonesia. Semua taulah Indonesia memang surganya modif, dari yang ringan hingga ekstrim banyak dijumpai di tanah air ini. Namun demikian nampaknya kedepan para bikers harus menelan ludah untuk sekedar menyalurkan hobinya ini. Pasalnya aturan yang berkaitan dengan modifikasi kedepan bakal lebih ditegakkan lagi mas bro. Yups, pada dasarnya memodifikasi sepeda motor memang tidak diperkenankan dilakukan secara sembarangan. Ada standar agar motor hasil modifikasi laik digunakan dijalanan. Nah kalau melanggar siap-siap denda hingga 24 juta.

Dasarnya? Pasal 277 Jo Pasal 316 ayat (2) UU no 22 tahun 2009, dalam pasal tersebut ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda maksimal 24 juta siap menghadang pengguna sepeda motor modifikasi mas bro. Walah serem juga yak..

Lalu bagaimana modifikasi yang diperbolehkan? Hal ini sudah diatur pada Pasal 131 huruf e dan pasal 132 ayat (2) dan ayat 7 PP no 55 tahun 2012 tentang kendaraan Jo pasal 50 ayat (1) UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa kendaraan yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan, daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat yang diterbitkan oleh Kementrian Perhubungan. Ketentuannya?
1. Modifikasi kendaraan bermotor hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari APM (Agen Pemegang Merk) kendaraan tersebut.
2. Modifikasi kendaraan bermotor wajib dilakukan oleh bengkel umum kendaraan bermotor yang ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian.
3. Kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi wajib didaftarkan kepada Kesatuan Polri pelaksana registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor pada kantor Samsat untuk memperoleh STNK baru yang sesuai dengan perubahan kendaraan bermotor dimaksud.

Waladah.. Koq ya njlimet juga ternyata. Padahal modifikasi tidak melulu negatif lho ya.. Lah pye? Wong ini seni koq.. Menurut motohits selama modifikasi yang dilakukan memperhatikan standar baik untuk sepeda motor itu sendiri maupun kelayakan sebuah kendaraan dijalan harusnya ada pengecualian. Setuju nggak bro?

Semoga berguna

Ditulis oleh Cak Akim

Ikuti/kontak motohits:
Facebook Fanspage : motohits.com
Twitter : @motohits
BBM Channel : C004650ED
Email : redaksimotohits@gmail.com
Blog lain : http://akimotoride.wordpress.com

Artikel menarik lainnya:

Iklan

Komentar»

1. dimensiontripper - 5 Desember 2015

well kalo bgitu seharusnya sekedar ganti velg, kondom tangki, stang fatbar, dll yg g mengubah dimensi, daya angkut dll g masalah dong

Cak Akim - 5 Desember 2015

Harusnya begitu, selama velg nggak cacingan, kondom tangki gak bikin anu sakit, stang nggak nyenggol tetangga harusnya gpp ya kang..

2. gilaroda2 - 5 Desember 2015

Klo bs dipersulit kenapa dipermudah? 😀

3. Ketika Rear Fender Yamaha M-Slaz Dilepas, Njengat Tenan Kang Bro… | Akimotoride.wordpress.com - 6 Desember 2015

[…] nyiprat.. Kalau di Indonesia awas denda 24 juta menanti. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: