Iklan
jump to navigation

Ini Kata Sekjen Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Perihal Penggolongan SIM C, “Harus Ada Perbedaan Perlakuan Dijalan Sesuai Penggolongan SIM” 5 Desember 2015

Posted by Cak Akim in news.
Tags: , , , , , , ,
trackback

image

Motohits – Sejak Mei lalu wacana akan dibaginya jenis SIM C dalam beberapa golongan oleh Korlantas Polri memang mulai menyeruak. Hal ini didasarkan pada tingkat kesulitan mengendarai sepeda motor berkubikasi kecil dan besar. Yups, logikanya memang demikian mas bro.. Motor dengan kubikasi kecil umumnya memang lebih mudah dikendarai. Beda halnya dengan motor berkubikasi besar, tentunya membutuhkan skill khusus. Nah ternyata hal ini  menjadi pembahasan serius mas bro. Bahkan Korlantas Polri sendiri saat ini tengah mengkaji aturan ini dan rencananya pada April 2016 ditargetkan sudah mulai di implementasikan.

Yups, nantinya SIM C akan dibagi dalam tiga kategori, yakni:
SIM C, berlaku untuk motor berkapasitas mesin dibawah 250cc
SIM C1, berlaku untuk motor berkapasitas mesin 250cc-500cc
SIM C2, berlaku untuk motor berkapasitas diatas 500cc

Nah menanggapi hal ini Sekjen Motor Besar Club Indonesia (MBC), Irianto Ibrahim seperti di kutip dari laman Kompas (4/12) pada dasarnya menyatakan dukungan terhadap langkah Korlantas Polri ini, namun demikian beliau menginginkan jika penggolanan SIM benar-benar dibedakan maka perlakuan motor dijalan juga bedakan.

“Kalau dulu SIM C untuk semua sepeda motor sama, kemudian perlakuan di jalan juga sama. Namun, ketika SIM sudah dikategorikan, berarti harus ada perbedaan juga dijalan nantinya tiap golongan SIM tersebut.” Loh maksdnya bagaimana? Mungkin gini mas bro, pada ruas-ruas jalan tertentu wajib ada klasifikasi sepeda motor juga. Misal di jalan MH Thamrin, nah di jalan ini saat ini semua motor dilarang melintas. Nah bila penggolongan SIM C dibedakan, maka hanya SIM C biasa saja yang tidak diperbolehkan melintas. Sementara golongan SIM C 1 dan SIM C 2 yang notabene kubikasi mesin sepeda motornya lebih besar diperbolehkan. Selain itu beliau juga menyatakan seharunya penggolongan SIM ini juga harus dibarengi dengan pembangunan jalur khusus untuk sepeda motor agar bisa melalui jalan tol.

Wah kalau demikian apa justru nggak menimbulkan polemik baru ya? Kalau menurut mas bro gimana? Monggo share opininya..

Semoga berguna

Ditulis oleh Cak Akim

Ikuti/kontak motohits:
Facebook Fanspage : motohits.com
Twitter : @motohits
BBM Channel : C004650ED
Email : redaksimotohits@gmail.com
Blog lain : http://akimotoride.wordpress.com

Artikel menarik lainnya:

Iklan

Komentar»

1. warungasep - 5 Desember 2015
Cak Akim - 5 Desember 2015

Waduhhh hahaha

2. blackchaser - 5 Desember 2015

Polri tambah pemasukan aja ni.

Cak Akim - 5 Desember 2015

Wkwkw lumayan

3. one - 5 Desember 2015

masak iya Ninja RR Mono masuk kategori MOGE>>>


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: