Iklan
jump to navigation

Iklan Black Campaign (BC) Marak, Bukti Buramnya Persaingan Bisinis Roda Dua Tanah Air? 17 Januari 2015

Posted by Cak Akim in news.
Tags: , ,
trackback

iklan black campaignMotohits – Bro sis sekalian, BC atau balck campaign akhir-akhir ini memang marak terjadi. Terlebih antara duo raksasa pabrikan roda dua asal Jepang Yamaha dan Honda, jiann sering banget mas bro ditemukan iklan-iklan BC. Yups, sejatinya persaingan kedua pabrikan tersebut memang terbilang panas. Hal tersebut terlihat dari berbagai macam produk yang ditawarkan. Katakan saja Honda merilis produk A, maka Yamaha tak lama kemudian akan merilis produk sebagai pesaing A. Begitupun sebaliknya..

Yahhh namanya juga bisnis ya bro, persaingan itu memang hal wajar. Akan tetapi jika persaingan tersebut sudah mulai tidak sehat? Nah itulah yang belakangan banyak ditemukan. Dari beberapa artikel yang motohits baca di blog rekan-rekan banyak ditemukan artikel mengenai iklan BC dari kedua pabrikan ini. Yang ini menjatuhkan produk itu, yang itu menjatuhkan produk ini.. Wes pokoe saling bakar-bakaran dah.. Nah sebenarnya iklan BC itu datang dari mana ya?

Motohits sedikit berspekulasi bahwa 90% iklan BC adalah hasil dari dealer masing-masing. Artinya bukan dari pabrikan pusat. Mengapa motohits mengatakan demikian? Kalau di logika rasanya koq nggak mungkin ya bro pabrikan sekelas Honda dan Yamaha melakukan ini. Kalau orang jawa bilang “ngisin-ngisini” (memalukan red). Iya nggak? Lha wong mereka tergolong pabrikan besar koq.. Masak iya mau menjatuhkan image sendiri dengan melakukan iklan BC. Potensinya seberapa sih iklan BC bila dibandingkan dengan resiko yang ditimbulkan. Iya nggak?

Nah maka dari itu sepertinya iklan BC dilakukan oleh dealer. Sebab di dealerlah persaingan penjualan terjadi.. Katakanlah diwilayah A Yamaha menguasai pasar, tentu dealer Honda di wilayah tersebut akan geram dan ingin merebut pasar. Mungkin nggak masalah ya kalau keinginan untuk merebut pasar Yamaha ini dilakukan dengan cara-cara baik seperti promosi, cash back, hadiah dsb. Tapi bila cara tersebut kurang berhasil? Nah terbitlah iklan BC.. Tujuannya tentu untuk mencoreng image Yamaha. Dengan demikian konsumen yang bisa dikategorikan awam dalam dunia roda dua akan mulai beralih dari Yamaha. Ini hanya contoh ya bro.. Mengapa motohits mencotohkannya demikian? Jangan-jangan motohits FBY ya? Bukan.. Motohits cuma ambil satu contoh saja, realitanya banyak juga koq iklan BC dari Yamaha.

Nah tentunya ini sangat-sangat disayangkan mas bro.. Persaingan yang tadinya sehat menjadi tercoreng hanya karena ulah oknum dealer. Sebab kebanyakan konsumen pasti menilai iklan BC ini dilakukan oleh pabrikan, bukan dealer. Iya nggak? Lha wong jelasnya “Honda” dan “Yamaha”, bukan dealer Yamaha “…..” Maupun dealer Honda “…..”

Itulah salah satu potret buramnya persaingan bisnis di tanah air.. Ketika mereka (pabrikan) bersaing dengan produk berupa performance, fitur, dll.. Eh dibawahnya malah saingan bakar-bakaran dengan iklan BC..

Semoga cukup sekian sajalah, kedepan nggak ada lagi kasus-kasus serupa.. Sebagai masukan saja alangkah baiknya pabrikan sering-sering mengontrol dealer didaerah agar tidak melakukan iklan-iklan yang sebenarnya dapat mencoreng imagenya sendiri.

Berikut beberapa contoh iklan BC :

Semoga berguna

Pict:
http://cicakkreatip.com/2014/02/24/serangan-marketing-yamaha-buat-honda-lagi-lagi-balack-campaign-patahnya-swing-arm-cb150r-rame-mene-rek/

http://cicakkreatip.com/2015/01/16/lagi-iklan-bc-dari-honda-untuk-yamaha-yamaha-mio-m3-dibilang-matic-murahan/

Posted by Moch. Zainul Chakim
Facebook : Moch. Zainul Chakim
Email : redaksi@motohits.com
WhatsApp : 085727570067

Baca juga:

Iklan

Komentar»

1. SANSINNO.COM - 17 Januari 2015

kemajuan iklan di indonesia 😀

———————–
izin share para biker..sudah selayaknya kita menghormati hak pejalan kaki, karena setiap hari ada 18 pejalan kaki yang tewas

http://sansinno.com/2015/01/17/18-pejalan-kaki-tewas-setiap-hari-karena-pemotor/

chakim92 - 19 Januari 2015

hahaha makin maju makin ngawur yak

SANSINNO.COM - 20 Januari 2015

hahaha…begitulah ironi negeri ini 😀

2. andhi_125 - 17 Januari 2015

gak bisa dimakan mentah 😉

3. cicak kreatip.com - 17 Januari 2015

hehehe 😀

chakim92 - 19 Januari 2015

pinjem gambarnya ya kang, hehehe

cicak kreatip.com - 20 Januari 2015

Monggo 😀

4. macantua - 17 Januari 2015
5. Hermawan - MivecBlog.com - 17 Januari 2015
6. ardiantoyugo - 17 Januari 2015

frustasinya sales…

premium dan pertamax ga bisa campur secara homogen…??
http://ardiantoyugo.com/2015/01/17/premium-dengan-pertamax-gak-bisa-campur-secara-homogen/

7. zizi - 17 Januari 2015

Udah ga jaman maen brosur..
bece generasi ke 3

8. vanz.motoblog - 18 Januari 2015

Sebenernya iklan BC juga banyak dilakukan d luar. Salah satunga iklan BC antara pabrikan mobil BMW dan Audi d luar sana. Tapi mereka melakukannya dengan halus, singkat, padat, dan classy sehingga bisa diterima atau malah menarik perhatian. Cara seperti itu menurut saya bermamfaat bagi kedua belah pihak. Persoalannya d kita adalah cara yg dilakukan terlalu parah.. dan dilakukan oleh dealer, bukan oleh pusat. Mungkin ada baiknya pusat memberikan peraturan mengenai promo dan content iklan karena malah bisa menuai respon negatif dr sebagian calon konsumen jika dibiarkan.

chakim92 - 19 Januari 2015

iya ya kang, di Indoesia terlalun parah. harusnya pabrikan pusat lebih tegas dalam menindak hal2 seperti ini

9. lekdjie mumet-ndhase.com - 18 Januari 2015
10. akbariyan - 18 Januari 2015

Iya mas, iklan bc sekarang makin marak. Kaya-kaya ne produk ga laku, pdahal laris manis.

https://rizkyyogya.wordpress.com/2015/01/18/miris-black-campaign-honda-vs-yamaha-semakin-marak/

11. gung krisna - 27 Juli 2016

pasti yang bikin para fansboy-fansboy yang nyambi sales


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: