jump to navigation

Oponi : Mindset Konsumen Indonesia Soal Produk CBU Dan Lokal Mulai Bergeser 1 Desember 2014

Posted by Cak Akim in Uncategories.
Tags: , , ,
trackback
honda CBR150R

CBR150R Thailand

Motohits – Mungkin mas bro sedikit bingung membaca judul artikel di atas. Lha wong motohits sendiri juga bingung mau ngasih judul apa buat artikel ini.hehe.. Nggak apa-apa wes, yang penting jangan bingung baca isi artikelnya. Oke back to topic. Seperti judul diatas motohits sedikit berpendapat bahwa mindset mengenai motor CBU dan lokal bagi konsumen roda dua Indonesia saat ini sudah mulai bergeser. Loh koq?

Jadi gini mas bro, dulu kebanyakan konsumen di Indonesia menganggap produk-produk yang di import dari negara lain (Thailand misalnya) memiliki kualitas lebih baik dibanding dengan produk buatan lokal. Sebut saja Ninja 250, Honda CBR250R, CBR150R, dsb. Motor-motor tersebut di import ATPM di Indonesia guna memenuhi permintaan pasar. Nah ketika itulah banyak konsumen yang mengagung-agungkan kualitas motor-motor tersebut. Kendati harganya lebih mahal tak jarang dari mereka yang lebih memilih produk tersebut daripada produk lokal. Jadi intinya harga produk bukanlah masalah, yang terpenting adalah kualitas dan ekslusifitas.

honda CR150R

cbr150r lokal

Itu dulu, kalau sekarang? Menurut motohits koq justru sebaliknya ya. Konsumen sekarang lebih memperhatikan harga yang lebih terjangkau daripada kualitas CBU. Jadi gini, ketika ATPM mengandalkan produk import dari luar negeri otomatis harga bakal terkerek naik. Sedangkan persaingan sendiri juga semakin ketat. Nah mulailah ATPM berlomba-lomba membuat produk sendiri. Contohnya? Sudah banyak mas bro, dari Yamaha R25, R15, Kawasaki Ninja 250 RR mono, Honda CBR150R lokal. Motor-motor tersebut sukses diproduksi didalam negeri dan bisa dibilang sukses secara penjualan mas bro. Iya nggak? R25 misalnya, sudah mampu terjual 2ribuan/bulan, CBR150R lokal sudah mampu terjual 3ribuan/bulan, R15 sudah mampu terjual 4ribuan/bulan. Yups, hal tersebut membuktikan bahwa produk lokal kini makin menjadi pilihan konsumen Indonesia. Lha wong harganya lebih terjangkau je..

Itu dari segi harga ya, hal lain yang mendorong pergeseran mindset konsumen Indonesia ini adalah maraknya pabrikan di Indonesia yang sukses menembus pasar global. Seperti yang kita ketahui bersama saat ini ada beberapa pabrikan di Indonesia yang sudah mulai mengeksport produknya ke berbagai negara, sebut saja Yamaha dengan R25nya, Kawasaki dengan Ninja 250 SLnya, Suzuki dengan skutik Addressnya, dsb. Nah diakui atau tidak hal tersebut semakin memantapkan konsumen perihal kualitas produk itu sendiri. Padahal biasanya kendatipun jenis produknya sama kualitas antara produk untuk pasar domestik dan eksport berbeda lho. Motohits mengatakan demikian karena pernah terjun didunia produksi salah satu mobil ternama di Indonesia. Pabrik dimana motohits kerja dulu memproduksi beberapa mobil untuk pasar domestik dan eksport. Kualitasnya ? Beda jauh mas bro..hehe. Tapi entah apakah hal tersebut kita temukan pada produk roda dua, semoga sih gak ada perbedaan ya.

Nah setelah baca artikel ini maksud nggak bro? Jadi intinya mindset konsumen mengenai produk CBU yang dulu jossss sekarang bergeser lebih ke harga. Walaupun itu hanya sebagian, tapi data penjualan dari AISI menjadi bukti tak terbantahkan kalau produk lokal juga banyak diminati..

Btw kalau mas bro sendiri bagaimana? Produk CBU atau lokal nih?

Semoga berguna

Posted by Moch. Zainul Chakim
Facebook : Moch. Zainul Chakim
Email : redaksi@motohits.com

Baca juga:

Komentar»

1. nivikoko - 1 Desember 2014
chakim92 - 1 Desember 2014

podo lek, wkwkwk

2. numpangliwataja - 1 Desember 2014

hmm yg jadi pertanyaan…
jadi pilih lokal karena lebih murah atau pilih CBU karena kualitas part yg lebih baik??
klo seandainya ada produk CBU dengan tampilan 11-12 dengan yg lokal dan dengan harga mirip2 harga lokal (misalnya karena discount)…apakah masih pilih lokal ?? ambil contoh kasus cbr150 ketika dikasi discount besar-besaran jadi harganya mirip2 harga yg versi lokal………dan hasilnya…..cepat abis tuh stoknya dalam kurun 1 bulan

dan dari pengalaman pribadi…beli kymco trend 2000 125cc yg versi pertama dan CBU pas awal2 muncul….(imho) reabilitasnya lebih kuat dibanding kymco seri2 berikutnya dalam rentang harga yg sama……ambil contoh yg gampang dirasakan yakni dari ketahanan v-belt, kampas rem dan aki (dan mungkin juga dilihat dari garangnya mesin versi pertama dibanding dengan yg seri berikutnya yaitu trend-sr 125cc) walau yg versi pertama tersebut ada kelemahan juga yakni dari segi desain dan cenderung understeer (kaku saat diajak belok)

ok sekarang kita bandingkan saja kualitas CBR lokal dengan CBU mulai beberapa tahun kedepan…mana yg reabilitas part2nya lebih bagus….klo hasilnya sama…itu pertanda built quality produk lokal sudah bertaraf internasional and that’s good…….yeah we’ll see hehe

chakim92 - 1 Desember 2014

oke bro kita tunggu saj,, kalau ane sih bukan maksud hati menjelekkan tapi lebih percaya CBR150R Thailand.. hehe

3. H3ndR1 - 1 Desember 2014

Jujur..ane masih lebih sreg dng CBU krn kualitasnya lebih tinggi dr painting sampai perkabelan lebih rapi. Dah 2 minggu ini ane ambil K45 yg notabene racikan lokal masih jauh kualitas paintingnya dan itu belum yg lain2 seperti baut2. Memang painting K45 terutama sasisnya sama dengan CB150 r yaitu tidak meratanya semprotan ke bagian2 siku/sambungan las2an. Jadi cepat menimbulkan karat. Malah dr motor dateng sudah bnyak karat dibeberapa bagian. Semoga diproduksi mendatang AHM lebih jeli QC painting & material pengikatnya sperti baut2.

chakim92 - 1 Desember 2014

wohhhh.. mosok udah karatan bro?

H3ndR1 - 2 Desember 2014

lahh..klo ada bisa upload foto tak upload ini kang 🙂

4. Renhan - 1 Desember 2014

Kalo produk lokal yg udah d ekspor biasanya kualitasny setara ato bisa jd mlh lbh baik dr cbu, kasus cbr lokal yg kualitasnya kalah ma cbr thailand tdklah mengagetkan mengingat produk ini hnya dpruntukkan bwt psar dlm negri saja shg standar mutu yg dgunakan jg bkn standar mutu global, bg pabrikan tntnya menghemat ongks prdksi tp blum tntu menaikkan laba cz tgntng laku ato tdkny prduk trsebut, produk bkualitas sm dg investasi “nama baik” bg produsen, sdgkan bg knsumen hal tsb mjd investasi “value for money”

H3ndR1 - 2 Desember 2014

Stuju gan 🙂

5. chakim92 - 1 Desember 2014

Shipp.. Minimal memang setara bro. Tapi belum tentu lho produk yang dieksport itu kualitasnya sama dg yg dijual untuk pasar domestik, sekalipun modelnya sama..hehe

6. bitlow - 1 Desember 2014
chakim92 - 2 Desember 2014

yoi bro…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: