jump to navigation

Salah Satu Aspek Penting Saat Produsen Meracik Motor Sport Racing 20 Januari 2014

Posted by Cak Akim in motorcycle.
Tags: ,
trackback

Ketika kita bicara motor sport full fairing salah satu aspek yang disorot adalah riding position. Posisi duduk saat kita mengendarai menjadi salah satu nilai penting yang dipertimbangkan calon konsumen motor ini. Kesan racing akan terlihat kental saat posisi stang nunduk dan footstep agak kebelakang. Hal ini menjadikan posisi duduk kita nungging sehingga memunculkan kesan tersendiri dijalanan. Pegel tho?iya emang bro, tapi inilah yang menjadi ciri khas motor racing, Sebab dalam segmen ini kenyamanan kalah dengan sensasi dan gengsi.

Bila kita menilik beberapa desain motor full fairing yang sudah mengaspal tampaknya produsen paham betul akan aspek yang satu ini, sebagai contoh Ninja 250 Fi. Motor produksi kawasaki ini memang didesain se-racing mungkin. Tak luput juga dengan riding position. Kawasaki pandai mengatur posisi duduk agar konsumen yang berada diatas motor ini merasakan sensasi berkendara layaknya mengendarai motor balap sesungguhnya. Ini dikarenakan riding position yang nunduk/nungging. Walaupun dari segi kenyamanan bisa dibilang kurang, namun kuda besi yang satu ini tetap sukses menjadi raja sport 250cc.

Tapi tidak demikian dengan Pulsar 200SS, dari spyshoot yang beredar. Motor ini secara desain memang tampak angker dengan dual headlamp yang agresif. Namun bila kita melihat posisi tesrider dalam spyshoot tersebut, ko lebih terkesan mengendarai motor touring ya? Stang tinggi dengan footstep sejajar bahkan terlihat lebih maju dari jok menjadikan posisi rider tegak layaknya menunggangi motor touring. Mungkin bajaj berusaha menyuguhkan motor sport racing namun masih nyaman untuk digunakan harian. Jadi riding position dibuat tegak agar menjadikan rider yang menungganginya nyaman. Memang sebuah tujuan bagus, tapi bila sudah bicara segmen sport racing. kayaknya bakal beda ceritanya. Berusaha menawarkan kenyamanan tetapi malah menyebabkan nilai minus tersendiri pada produk yang berdesain angker ini. Dan inilah yang bisa menyebabkan tidak tertariknya konsumen untuk meminangnya.

Untuk itu, sebaiknya produsen pandai dalam meracik produk sesuai dengan segmen yang bakal dimasukinya. Tidak hanya desain dan performance, riding position juga merupakan aspek penting. Setujukah bro sis sekalian?

Semoga berguna

Komentar»

1. aripitstop - 20 Januari 2014
chakim92 - 20 Januari 2014

Shippp..

2. motoblast - 21 Januari 2014

absen gan.. 🙂 abis baca inbox sampean di fb.. lngsg meluncur di fb nya dan ternyata punya blog juga. yo wes langsung mampir.. hehe

chakim92 - 21 Januari 2014

Iya gan, liat gambar2 di motoblast josss bnget, pngen bisa kya sampean,wkwkwk

motoblast - 21 Januari 2014

monggo gan.. yg penting imajinasi tinggi.. pasti bisa kok.. hehe..ya intinya ngayal ngayal yg tinggi aja..krn imajinasi yg buat ada kemauan corat coret..hehe

chakim92 - 21 Januari 2014

Shippp gan,,, wejangan dari master sotosop nih, josss gandos dan makasih gan..

motoblast - 21 Januari 2014

matursuwun juga gan.. hehe…

chakim92 - 21 Januari 2014

Ok gan.. Maju trs buat blog oto indonesia..! Wkwkwk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: